Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaDaerahHeadlineNasionalNewsPeristiwa

Helikopter MI-17V5 jatuh, tiga kru Puspenerbad gugur

×

Helikopter MI-17V5 jatuh, tiga kru Puspenerbad gugur

Sebarkan artikel ini
Helikopter MI-17V5 milik Puspenerbad jatuh dan tiga kru gugur. © Puspenerbad

SERUYAN — Tiga personel Puspenerbad dipastikan meninggal saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen Zainul Arifin mengatakan, korban merupakan kru Helikopter MI-17V5.

 

Mereka yang gugur adalah Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, dan Sertu Anumerta Heri Prasetyo. Zainul Arifin bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran pun berangkat ke Seruyan meninjau lokasi kejadian kecelakaan helikopter sekaligus menemui korban selamat di RSUD Kuala Pembuang.

“Krunya ada delapan orang, lima orang sudah dirawat di sini, dua orang bisa dipastikan meninggal dunia dan satu masih tahap pencarian,” ungkap Zainul di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Rabu (4/11/2026) malam WIB.

“Ya ini ada insiden helikopter MI-17 kebetulan dia bertugas untuk water bombing di sekitar daerah Taman Nasional Tanjung Puting,” kata Zainul menambahkan.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran pun menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut. Adapun bagi keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kesabaran dan bagi yang selamat maupun sedang dalam perawatan semoga cepat pulih. “Kami turut berduka yang mendalam,” ucap Agustiar.

Dalam perjalanannya dari Palangka Raya menuju Seruyan, Gubernur bersama Pangdam dan Kapolda langsung menuju ke lokasi heli yang jatuh serta meninjau langsung dari udara. Kemudian, mereka berlanjut lagi ke rumah sakit Kuala Pembuang untuk menemui langsung korban.

Kapolda Kalteng Irjen Iwan Kurniawan menyampaikan, jajarannya akan membantu evakuasi maupun hal-hal yang diperlukan di lapangan. “Pada intinya saat ini saya akan membantu di dalam upaya evakuasi maupun pertolongan, karena kita selama ini menangani karhutla ini juga bersama-sama,” jelasnya. (REPUBLIKA.CO.ID)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *