Sebagai makhluk hidup, air adalah sumber kehidupan yang mutlak dibutuhkan untuk bertahan hidup. Kita sebagai manusia mungkin merasa beruntung karena urusan menghidrasi tubuh terbilang sangat praktis tinggal ambil gelas, tuang dari galon, lalu teguk. Namun, di dunia fauna, urusan mengisi ulang cairan tubuh tidak sesederhana itu. Setiap spesies dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka, yang akhirnya melahirkan cara-cara bertahan hidup yang sangat bervariasi dan unik.
Bagi sebagian hewan, minum bukan sekadar perkara menjilat genangan air atau menyedotnya dengan belalai. Beberapa di antaranya justru memiliki metode yang benar-benar di luar nalar dan bikin geleng-geleng kepala, mulai dari minum lewat kulit hingga memanfaatkan bagian tubuh yang tidak terduga. Penasaran bagaimana aksi nyeleneh mereka saat haus melanda? Yuk, simak daftar hewan dengan ritual minum paling aneh di dunia berikut ini!
1. Kadal berduri, minum pakai kulit dan kaki
Kadal berduri merupakan salah satu reptil endemik unik asal gurun Australia yang memiliki adaptasi fisik luar biasa untuk bertahan hidup di lingkungan ekstrem. Struktur tubuhnya dirancang secara spesifik, tidak hanya untuk pertahanan diri melalui duri tajam, kemampuan kamuflase warna, dan tonjolan kepala palsu yang mengecoh predator, tetapi juga untuk mengatasi keterbatasan anatomi mulutnya.
Karena struktur rahang dan lidahnya telah berevolusi khusus hanya untuk berburu semut, kadal ini tidak dapat minum air secara normal seperti hewan lainnya. Sebagai solusinya, kulit dan kaki kadal berduri bertindak seperti spons berkat sistem mikro kapiler dan jaringan saluran yang saling terhubung di antara sisik mereka. Arsitektur jaringan ini memanfaatkan gaya kapilaritas yang mampu melawan gravitasi, sehingga air dari berbagai sumber seperti genangan, embun, bahkan pasir basah dapat tersedot otomatis dan mengalir langsung menuju sudut mulut mereka.
2. Burung kolibri, menggunakan lidah seperti pompa
Sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Alejandro Rico-Guevera dari University of Connecticut berhasil mematahkan teori berusia lebih dari 180 tahun mengenai cara minum burung kolibri. Sejak tahun 1833, para ilmuwan meyakini bahwa burung kolibri memanfaatkan gaya kapiler yaitu fenomena pasif di mana cairan mengalir dengan sendirinya melalui celah sempit melawan gravitasi untuk menyedot nektar bunga melalui alur silinder pada lidah mereka.
Namun, melalui pengamatan video berkecepatan tinggi dan pemodelan matematis, tim peneliti membuktikan bahwa teori kapiler tersebut keliru karena prosesnya terlalu lambat bagi standar metabolisme tinggi burung kolibri. Faktanya, penelitian ini mengungkapkan bahwa lidah burung kolibri bekerja layaknya sebuah pompa mikro elastis. Saat paruh burung menjepit lidah untuk mengeluarkan nektar ke dalam mulut, bagian ujung lidah akan memipih, memadat, dan menyimpan energi elastis.
3. Katak, menyerap air lewat perut
Katak memiliki mekanisme pemenuhan cairan tubuh yang sangat tidak biasa karena tidak minum melalui mulut seperti hewan vertebrata kebanyakan. Sebagai gantinya, mereka memanfaatkan kulit mereka yang sangat tipis dan berpori sebagai organ multi fungsi. Kulit ini bertindak layaknya spons yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pernapasan untuk pertukaran gas, tetapi juga menjadi jalur utama masuknya air langsung ke dalam sistem sirkulasi tubuh mereka.
Dilansir laman American Museum of Natural History, secara lebih spesifik adaptasi anatomi yang luar biasa ini berpusat pada area khusus di bagian bawah tubuh amfibi yang dikenal sebagai drink patch (tambalan minum). Area perut ini memiliki konsentrasi pembuluh darah yang sangat padat dan kulit yang jauh lebih bisa dilewati dibandingkan bagian tubuh lainnya. Ketika katak mengalami dehidrasi atau membutuhkan asupan cairan, mereka cukup menempelkan atau menekan bagian perut ini ke permukaan yang lembap seperti dedaunan yang berembun atau basah untuk menyerap air secara langsung melalui proses osmosis.