Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaHeadlineNasionalNewsOtomotifTravel

Awas, Jangan Asal Derek Mobil Matik

×

Awas, Jangan Asal Derek Mobil Matik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi derek mobil © ombro

Menderek mobil bertransmisi otomatis atau matik tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada teknik tersendiri agar tidak merusak komponen penting di dalam girboks.

Johan, pemilik bengkel JJ Mobil Bekasi, menjelaskan bahwa hal utama yang harus diperhatikan adalah posisi roda penggerak.

“Kalau mau derek mobil matik, pastikan roda penggeraknya yang diangkat. Jangan sampai kebalik, karena kalau roda penggerak tetap menempel di aspal, komponen girboks bisa rusak parah,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Ia menjelaskan, ketika roda penggerak berputar, poros propeller shaft yang terhubung dengan girboks juga ikut berputar.

“Artinya, di dalam girboks ada komponen seperti pelat kopling, gigi rasio, hingga torque converter yang ikut bergerak,” jelasnya.

Masalah muncul karena mobil yang diderek umumnya dalam kondisi mesin mati. Saat mesin tidak menyala, pompa oli transmisi otomatis juga berhenti bekerja.

“Artinya tidak ada sirkulasi oli di dalam girboks, sehingga tidak ada pelumasan. Kalau tetap dipaksa, gesekan bisa bikin komponen aus bahkan jebol,” tambah Johan.

Pada kesempatan terpisah, pemilik bengkel spesialis Worner Matic, Hermas Efendi Prabowo menjelaskan, mobil matik sebaiknya diderek menggunakan towing atau gendong, bukan tarik.

“Kalau derek tarik saat roda penggerak itu berputar, komponen girboks juga ikut bergerak,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, ketika dipaksa bergerak, belt dan pulley pada transmisi otomatis bisa tergerus sehingga mempercepat keausan.

Oleh karena itu, Hermas menyarankan penggunaan towing sebagai cara paling aman jika mobil matik mogok.

“Kalau pakai derek tarik, diusahakan roda penggerak diangkat supaya tidak berputar,” jelasnya. (KOMPAS.com)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *