Keputusan perwira menengah AKBP Netty Rosdiana Siagian untuk menyudahi masa baktinya di korps Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) didasari oleh keinginan kuat untuk mengabdi di ranah yang berbeda.
Ia secara resmi memilih jalur akademisi dan kegiatan sosial sebagai wadah pengabdian baru kepada masyarakat.
Netty menyampaikan bahwa dorongan utama pengunduran dirinya adalah keinginan untuk bersentuhan langsung dengan warga melalui aktivitas mengajar dan program pembinaan.
Menurut pandangannya, peran sebagai abdi masyarakat tidak hanya terbatas saat mengenakan seragam kepolisian.
“Karena memang dua tujuan itu yang memang saya masih ingin mengabdi, tujuan kita kan ke masyarakat,” kata Netty saat menjelaskan alasannya mundur dari Polri kepada wartawan, Senin (2/11/2026), dikutip dalam Tribunnews.com
Melalui jalur non-kepolisian, Netty menilai interaksi dan kerja kemanusiaan yang dilakukannya dapat berjalan secara lebih fleksibel dan tepat sasaran.
“Jadi sebenarnya mengabdi itu bukan cuma di Polri, saya lebih enaknya, lebih tepat sasaran sebenarnya, baik misalnya kayak sosial, jiwa sosial kita ke masyarakat langsung tersentuh, kemudian jiwa akademisi juga kan saya bagian dari situ juga, ngajar-ngajar,” ujarnya.
Menyiapkan Agenda Akademis dan Kegiatan Kemanusiaan
Menyusul keputusannya keluar dari institusi kepolisian, Netty mengungkapkan telah menyusun berbagai rencana kegiatan di bidang pendidikan maupun sosial.
Ia mengaku sudah menjalin komunikasi serta kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pengabdian masyarakat.
Bagi Netty, beralih ke dunia akademisi dan sosial juga dipandang sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dalam memanfaatkan kesempatan hidup.
“Aku lebih mengambil tiket itu untuk ngambil supaya ada nanti tiket untuk di akhirat nanti,” tuturnya.
Resmi Pensiun Dini per 1 September 2026
Mengenai proses administrasi pengunduran dirinya, Netty menjelaskan bahwa surat permohonan pengunduran diri telah diserahkan pada 20 Agustus 2026. Kendati demikian, status pengunduran dirinya secara resmi terhitung mulai 1 September 2026.
Penyerahan berkas tersebut sengaja dilakukan setelah dirinya menuntaskan sejumlah agenda dinas penting, termasuk berpartisipasi dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.
Saat ditanya mengenai kemungkinan timbulnya rasa menyesal setelah melepas posisi dan karier yang telah dibangun di Polri, Netty menegaskan tidak merasakan hal tersebut.
Ia merasa seluruh pengalaman serta tugas selama menjadi bagian dari korps Bhayangkara sudah ia selesaikan dengan baik.
“Tidak. Barangkali pengabdian aku sudah cukuplah istilahnya, toh sudah semua saya lalui,” tegasnya.
Profil dan Pendidikan
AKBP Netty Rosdiana Siagian merupakan perwira menengah Polri yang memiliki pengalaman bertugas di sejumlah satuan kepolisian, khususnya di lingkungan Polda Metro Jaya.
Sepanjang kariernya, Netty pernah menjabat sebagai Kapolsek Sunda Kelapa pada 2018 dengan pangkat Komisaris Polisi (Kompol).
Ia kemudian dipercaya menduduki jabatan Kapolsek Menteng, Jakarta Pusat.
Pada September 2022, Netty mendapat penugasan sebagai Penyidik Madya 2 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.
Adapun jabatan terakhir yang dicantumkannya dalam unggahan Instagram adalah Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Selain bertugas di bidang reserse, Netty juga memiliki pengalaman di satuan polisi wanita (Polwan) bermotor.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Unit Brigadir Motor (Kanit BM) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Namanya juga dikaitkan dengan pengembangan kelompok Polwan bermotor The Road Force Blue yang dibentuk pada 2005 dengan anggota awal sekitar 25 hingga 30 personel.
Pada 2009, kelompok tersebut mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan rekor dunia sebagai pasukan wanita pengawal kenegaraan pertama.
Di luar karier kepolisian, Netty juga pernah dilaporkan menerima penghargaan Indonesia Women Excellence Award 2021 dari Indonesia Award Magazine.
Netty memiliki latar belakang pendidikan di bidang hukum dan manajemen.
Hal itu terlihat dari gelar akademik yang disandangnya, yakni Sarjana Hukum (S.H.), Magister Manajemen (M.M.), Magister Hukum (M.H.), serta doktor (Dr.).
Netty memiliki suami yang berprofesi di institusi Polri yakni Brigjen Puji Santosa yang merupakan seorang muslim asal Banyumas dengan jenjang dalam bidang Brigade Mobile (Brimob).
Netty dan Puji memiliki dua putri Nesya menyandang gelar Doktor dan Sheyna yang tengah menempuh pendidikan Teknik Sipil. (TRIBUNSUMSEL.COM )