Jakarta – Rumah anggota DPR RI nonaktif, Ahmad Sahroni, didatangi sejumlah orang tak dikenal pada Sabtu (30/8/2025) sore.
Dalam kejadian itu, rumah dan mobil Sahroni dirusak, sementara sejumlah barang berharga juga hilang, termasuk miniatur kostum Iron Man.
Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku. Namun, kasus tersebut justru menyeret seorang seniman asal Tulungagung, Jawa Timur, bernama Eko Purnomo.
Eko dituduh warganet sebagai pelaku penjarahan dekorasi Iron Man milik Sahroni setelah ia pernah mengunggah foto hasil karyanya sendiri di media sosial.
Padahal, sehari-hari Eko memang menggeluti bisnis pembuatan kostum robot superhero Marvel tersebut.
Setiap hari alami komentar pedas
Eko menceritakan sejak rumah Ahmad Sahroni dijarah, akun Facebook miliknya tak pernah sepi.
Bukan dipenuhi pesanan kostum, melainkan komentar pedas dari warganet, termasuk “O.. Ini rumahnya yg jarah boneka Iron Man Sahroni” atau “Dapat jarahan di rumah Sahroni“.
Bahkan, ada juga yang menyinggung kondisi rumah Eko, seperti “Aci rumah pun kau tak sanggup” atau “Mending ambil springbed-nya bang buat alas tidur, kasian bener dah“.
Eko pun mengaku kesal dan sedih membaca tudingan itu. Hingga Rabu (3/9/2025), akun Facebooknya masih dibanjiri komentar serupa.
“Saya sebetulnya punya dua pesanan Iron Man, satu dari Eropa dan satu dari Malaysia. Nah, yang saya pajang di depan rumah itu pesanan dari Eropa,” jelas Eko, saat dihubungi pada Rabu.
Eko tidak menampik bahwa kondisi rumahnya memang sederhana dan masih dalam proses renovasi.
“Pintu kamar dan jendela belum saya pasang. Jadi, memang terlihat berantakan di foto,” ujarnya.
Saat mengunggah foto, ia mengaku memang tak pikir panjang mengenai komposisi gambar. Eko hanya punya niat menunjukkan proses penggarapan kostum.
Ia pun salah satunya memotret kostum Iron Man yang diberdirikan di depan pintu kamar sambil dirinya tiduran.
“Tujuannya sebenarnya untuk dokumentasi proses pengerjaan, tapi malah jadi bahan narasi yang keliru,” ucapnya.
“Teman saya awalnya nge-tag akun saya. Dia bilang, ‘ini kostummu dibuat meme seperti ini’. Isinya narasi menyesatkan semua,” ucapnya.
Eko pun mengaku sangat kaget atas peristiwa tersebut.
“Saya kaget karena memang saya awalnya enggak tahu ada kejadian penjarahan di rumah anggota DPR itu,” imbuhnya.
Eko sudah menekuni bisnis pembuatan kostum Iron Man sejak 2018. Foto-foto karyanya sering ia unggah di media sosial tanpa watermark.
“Kesalahan saya mungkin di situ, jadi foto mudah dicuri dan dibuat narasi macam-macam,” tambahnya.
Klarifikasi dan upaya meluruskan
Eko berupaya menjelaskan bahwa dirinya bukan pelaku penjarahan.
Ia bercerita telah meminta bantuan kepada teman-temannya untuk meluruskan informasi di media sosial.
“Teman-teman saya sedikit demi sedikit meluruskan, bilang kalau itu memang karya saya,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembuatan kostum Iron Man membutuhkan waktu hingga satu bulan dengan harga Rp 6 juta–Rp 9 juta per unit.
Selain itu, lokasi rumahnya di Tulungagung juga sangat jauh dari rumah Sahroni di Kebon Bawang, Jakarta Utara.
“Yang kena imbasnya nama baik saya. Takutnya pelanggan jadi tidak percaya lagi,” kata Eko.
Beberapa hari terakhir, Eko mengaku syok dengan tuduhan warganet. Namun, ia berharap keadaan segera mereda agar bisa kembali fokus bekerja.
“Padahal itu Iron Man pesanan orang, bukan hasil jarahan,” tegasnya.
Ia menuturkan, dua kostum Iron Man yang viral sudah rampung dan dikirim ke pemesan di Eropa serta Malaysia.
Dari kasus ini, Eko mengambil pelajaran untuk lebih berhati-hati saat mengunggah foto di media sosial. (KOMPAS.com)





